Sabtu, 28 Januari 2012

Ucapkan cinta kepada orang yang ingin mencintaimu

Ucapkan cinta kepada orang yang ingin mencintaimu
Salah satu kerabat yang cukup dekat dengan penulis bercerita tentang kisahnya
Penulis menilai bahwasanya cinta kerabat tersebut tak berasas
Namun penulis pun tak memungkiri bahwa cinta terkadang lahir tanpa logika

Ucap salah seorang pencinta
" Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan, namun tanpa lidah cinta ternyata lebih terang, sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya.  Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai  kepada cinta. Dalam menguraikan cinta akal berbaring tak berdaya bagaikan keledai terbaring dalam rumput. "

Kerabat penulis mengkisahkannya begitu terbata-bata, hingga butuh beberapa waktu untuk memahaminya.
Semua kisahnya berawal dari pertemuan yang sekilas dan percakapan tanpa arah yang mengiringi hari-hari mereka. Ketika takdir mempertemukan mereka dalam sebuah acara dimana mereka terikat secara sosial satu sama lain, senang mulai menyapa dan menumbuhkan benih kasih sayang.

Sungguh benih itu tidak tumbuh dalam sesaat, hanya saja penulis tidak ingin pembaca berlama-lama terlena dengan awal kisah yang bagi penulis bukan disana kisah ini terurai. Bersambung...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar