Senin, 30 April 2012

Tentang


Hidup harus memiliki prinsip yang harus kita pegang teguh, namun sebelum prinsip itu sendiri hadir dalam kehidupan, selayaknya haruslah prinsip itu sesuai dengan apa yang kita raih. Prinsip yang fleksibel dan mampu berkolaborasi dengan tatanan waktu yang terus memacu zaman. Cara pandang dalam menyelami masalah realita pun miliki andil dalam prinsip. 
"Ikutilah kebenaran, selama apa yang kau tempati dan dimana kamu berkiprah itu masih memiliki kebenaran sepantasnya kamu didalamnya. Jika kebenaran lenyap, ada baiknya kau tinggalkan dia agar tak hilang pula pijakanmu" 

Minggu, 29 April 2012

Life


Semua tertawa dan aku justru terdiam
Semua bahagia dan aku malah merenung
Apakah lahirku hanya untuk itu?
Ketika anak-anak terlahir di dunia dalam keadaan menangis mengapa aku terdiam
Ketika masa kecil yang seharusnya penuh tawa aku hanya tersenyum
Dimanakah persamaan yang orang selalu ucapkan
Pijakanku semakin jauh dari langkah impian
Mereka berterbangan saling berbisik tertawa gembira
Aku masih dapat melihat, mendengar, merasakan
Namun semua itu sampai kapan?
Penghujung yang tak pernah tahu dimana letaknya
Mengintai teramat lihai hingga tak akan terelakkan
Kembalikan aku Tuhan
Kuasa itu ada padaMu

Sabtu, 28 April 2012

Pelan - Pelan

Semangat hari yang mengembu hinggapi sanubari
Menyerbu nafas yang lelah namun tak nampak
Tenanglah sahabatku
Jangan terburu - buru dalam melangkah
Tengoklah sekelilingmu dan sadarilah
Mentari terbit secara perlahan dari belahan bumi timur sana
Bulan muncul perlahan di malam hari
Angin berhembus pun perlahan menyentuh lembut diri kita
Saat cinta hadir dihati kita pun secara perlahan bukan
Begitu pula dengan doa yang selalu kita lantunkan pada Tuhan kita
Secara perlahan doa itu akan terkabul disaat yang sangat kita butuhkan
Yakinilah dalam hatimu simpanlah dalam memorimu

Jumat, 27 April 2012

Hatiku hanya untuk suamiku

Hatiku hanya untuk suamiku nanti...
Aku akan menjaga hati dan seluruh apa yang ku punya hanya untuk suamiku nanti, itu prinsipku.
Sedangkan pacarku...
Dia hanya sekedar pacaran dan tidak lebih.



Sahabat - sahabatku yang sedang mencari pasangan hidup
Terkadang kita banyak berpikir dalam kehidupan yang tengah kita jalani, selalu ingin memberikan yang terbaik yang dapat kita diberikan. Namun adakah kita merenung tak hanya tentang pikiran seorang individu, yang menilai dari apa yang pernah kita ketahui. Bukankah hidup tak hanya untuk diri kita sendiri?
Ketika dikau mengucapkan " Hatiku hanya untuk suamiku dan pacarku hanya sekedar pacaran "  aku sungguh bertanya-tanya dalam sanubari ini. Bagaimana bisa kau katakan hatimu hanya untuk suamimu sedangkan semua yang kau miliki sekarang sudah diserahkah secara suka rela untuk pacarmu?
Kekecewaan memuncak sebagai orang yang pernah mengenalmu sungguh.
Kau yang selalu mengagungkan kasih sayang dan cinta justru menikam perih.