Semua sirna...
Seharusnya tak harus terjadi jika ku sadari semua...
Bass sekarang pun tak ada lagi yang bisa diperbuat...
Hanya terdiam disudut sesal mengenang...
Gembira dalam arti yang sebenarnya yang pernah kurasa...
Terima kasih telah mengingatkanku menegurku...
Hidup tak semudah yang pernah terlintas dalam pikiran...
Tak seindah dalam khayalan...
Ternyata kebahagiaan hanya ada dalam novel-novel fiktif...
Selasa, 31 Januari 2012
Minggu, 29 Januari 2012
Rombakan
Tak harus bersandar pada logika
Jika langkah itu telah menguat
Kepakkan sayap lalu mulailah gerakkan
Letih penat abaikan saja
Letih penat abaikan saja
Yang menanti kini lebih berharga dari semua
Busungkan dada dengan penuh gagah
Busungkan dada dengan penuh gagah
Tentukan takdir melalui nafas terhembus
Sabtu, 28 Januari 2012
Ucapkan cinta kepada orang yang ingin mencintaimu
Ucapkan cinta kepada orang yang ingin mencintaimu
Salah satu kerabat yang cukup dekat dengan penulis bercerita tentang kisahnya
Penulis menilai bahwasanya cinta kerabat tersebut tak berasas
Namun penulis pun tak memungkiri bahwa cinta terkadang lahir tanpa logika
Ucap salah seorang pencinta
" Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan, namun tanpa lidah cinta ternyata lebih terang, sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya. Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta. Dalam menguraikan cinta akal berbaring tak berdaya bagaikan keledai terbaring dalam rumput. "
Kerabat penulis mengkisahkannya begitu terbata-bata, hingga butuh beberapa waktu untuk memahaminya.
Semua kisahnya berawal dari pertemuan yang sekilas dan percakapan tanpa arah yang mengiringi hari-hari mereka. Ketika takdir mempertemukan mereka dalam sebuah acara dimana mereka terikat secara sosial satu sama lain, senang mulai menyapa dan menumbuhkan benih kasih sayang.
Sungguh benih itu tidak tumbuh dalam sesaat, hanya saja penulis tidak ingin pembaca berlama-lama terlena dengan awal kisah yang bagi penulis bukan disana kisah ini terurai. Bersambung...
Salah satu kerabat yang cukup dekat dengan penulis bercerita tentang kisahnya
Penulis menilai bahwasanya cinta kerabat tersebut tak berasas
Namun penulis pun tak memungkiri bahwa cinta terkadang lahir tanpa logika
Ucap salah seorang pencinta
" Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan, namun tanpa lidah cinta ternyata lebih terang, sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya. Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta. Dalam menguraikan cinta akal berbaring tak berdaya bagaikan keledai terbaring dalam rumput. "
Kerabat penulis mengkisahkannya begitu terbata-bata, hingga butuh beberapa waktu untuk memahaminya.
Semua kisahnya berawal dari pertemuan yang sekilas dan percakapan tanpa arah yang mengiringi hari-hari mereka. Ketika takdir mempertemukan mereka dalam sebuah acara dimana mereka terikat secara sosial satu sama lain, senang mulai menyapa dan menumbuhkan benih kasih sayang.
Sungguh benih itu tidak tumbuh dalam sesaat, hanya saja penulis tidak ingin pembaca berlama-lama terlena dengan awal kisah yang bagi penulis bukan disana kisah ini terurai. Bersambung...
Petik
Tengoklah apa yang telah terangkai dalam ayunan kehidupan...
Desahan yang kian menghujam pun takkan terelakan...
Tangan yang tak dapat terangkat malu...
Tapi masih dalam kelam berpijaknya kaki...
Desahan yang kian menghujam pun takkan terelakan...
Tangan yang tak dapat terangkat malu...
Tapi masih dalam kelam berpijaknya kaki...
Cintamu Tak Berlabuh Disini
Salamualaikum warohmatullah
Jaro dua blah atep jemana
Jaro nun siplo diateh ureng ne ah nun lakeh bakaung bunga
Jaro nun siplo diateh umun salamualaikum nun tegur sapa
Jaro nun siplo beot sikureng syarat unon keun tanda mulia
Jaro sikurung nun beot lapan genan ko timpan nun ato kaya
Jaro nun lapan nun beot luyoh ranu lan bungkoh nun jok kegatan
Jumat, 27 Januari 2012
U'r The First
23 September 2010
Melangkah menghindar air yang menggenang pun percuma, hujan kian menderas sedangkah tujuan pun kian tak pasti. Kukatakan tak pasti karena sedari pagi semenjak aku dan kedua temanku pergi, kita hampir mengelilingi jakarta selatan dan jakarta barat. Kami tak pernah menduga kalau akan sesusah ini untuk mencari sebuah lembaga pendidikan yang dimana kelak disana kami akan mengabdikan diri kami selepas kami menuntut ilmu.
Deras hujan tak kunjung reda dan kami kian bingung dimana kini kami berpijak, sedangkan perkumpulan akan diadakan malam ini. Kami hanya bisa tertawa ketika tak ada yang menyadari kalau air mulai membasuh telapak kaki dan kian meninggi. Layaknya sebuah pengungsian kami melipat kaki lantas memeluknya, menantikan teman lain yang katanya hendak mengantar kita.
Alam masih berpihak dimana hujan menyingkir menampilkan sisa sinar mentari yang hendak berlabuh di sisi lain. Satu jam sudah berlalu tiba-tiba saja teman kami muncul dari tepi tenda dengan membawa peralatan mandi. Kami tertawa terbahak, sejam kami menunggu ternyata tempat dimana kami tinggal ada disamping kami.
Melangkah menghindar air yang menggenang pun percuma, hujan kian menderas sedangkah tujuan pun kian tak pasti. Kukatakan tak pasti karena sedari pagi semenjak aku dan kedua temanku pergi, kita hampir mengelilingi jakarta selatan dan jakarta barat. Kami tak pernah menduga kalau akan sesusah ini untuk mencari sebuah lembaga pendidikan yang dimana kelak disana kami akan mengabdikan diri kami selepas kami menuntut ilmu.
Deras hujan tak kunjung reda dan kami kian bingung dimana kini kami berpijak, sedangkan perkumpulan akan diadakan malam ini. Kami hanya bisa tertawa ketika tak ada yang menyadari kalau air mulai membasuh telapak kaki dan kian meninggi. Layaknya sebuah pengungsian kami melipat kaki lantas memeluknya, menantikan teman lain yang katanya hendak mengantar kita.
Alam masih berpihak dimana hujan menyingkir menampilkan sisa sinar mentari yang hendak berlabuh di sisi lain. Satu jam sudah berlalu tiba-tiba saja teman kami muncul dari tepi tenda dengan membawa peralatan mandi. Kami tertawa terbahak, sejam kami menunggu ternyata tempat dimana kami tinggal ada disamping kami.
Kamis, 26 Januari 2012
My Little
Tengoklah mereka yang selalu memandangi kita tulus
Mereka yang selalu merekam apa yang terjadi pada sekitarnya
Mereka yang selalu mengulang perbuatan kita
Entah mereka sadar atau tidak kalau perbuatan itu baik atau kebalikkan dari itu
Ketika mereka menatap seseorang dipukul lantas orang itu membalas memukul
Lalu mereka menyimpulkan ketika terpukul maka pukullah orang yang memukul
Adakah hati kita tersentuh lantas sadarkan diri
Kalau mereka kelak yang akan menjadi dewasa
Dan akan menggantikan tempat dimana sekarang kita berpijak
Mereka yang selalu merekam apa yang terjadi pada sekitarnya
Mereka yang selalu mengulang perbuatan kita
Entah mereka sadar atau tidak kalau perbuatan itu baik atau kebalikkan dari itu
Ketika mereka menatap seseorang dipukul lantas orang itu membalas memukul
Lalu mereka menyimpulkan ketika terpukul maka pukullah orang yang memukul
Adakah hati kita tersentuh lantas sadarkan diri
Kalau mereka kelak yang akan menjadi dewasa
Dan akan menggantikan tempat dimana sekarang kita berpijak
Langganan:
Postingan (Atom)