23 September 2010
Melangkah menghindar air yang menggenang pun percuma, hujan kian menderas sedangkah tujuan pun kian tak pasti. Kukatakan tak pasti karena sedari pagi semenjak aku dan kedua temanku pergi, kita hampir mengelilingi jakarta selatan dan jakarta barat. Kami tak pernah menduga kalau akan sesusah ini untuk mencari sebuah lembaga pendidikan yang dimana kelak disana kami akan mengabdikan diri kami selepas kami menuntut ilmu.
Deras hujan tak kunjung reda dan kami kian bingung dimana kini kami berpijak, sedangkan perkumpulan akan diadakan malam ini. Kami hanya bisa tertawa ketika tak ada yang menyadari kalau air mulai membasuh telapak kaki dan kian meninggi. Layaknya sebuah pengungsian kami melipat kaki lantas memeluknya, menantikan teman lain yang katanya hendak mengantar kita.
Alam masih berpihak dimana hujan menyingkir menampilkan sisa sinar mentari yang hendak berlabuh di sisi lain. Satu jam sudah berlalu tiba-tiba saja teman kami muncul dari tepi tenda dengan membawa peralatan mandi. Kami tertawa terbahak, sejam kami menunggu ternyata tempat dimana kami tinggal ada disamping kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar